Tafsir Jalalain; kitab tafsir karangan guru dan murid
Oleh: Teungku Ahmad Alfajri*
Tafsir Jalalain merupakan salah satu tafsir yang paling terkenal di seluruh dunia. Hampir semua dayah di dunia menggunakan Tafsir Jalalain sebagai kitab wajib untuk dipelajari. Tafsir Jalalain merupakan kitab tafsir yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Bukan hanya dalam bahasa Arab saja, tapi terjemahannya pun dalam berbagai bahasa di dunia juga sangat banyak dicari.
Namun masih banyak yang menyangka bahwa Tafsir Jalalain adalah sebuah kitab tafsir yang dikarang oleh seorang ulama yang bernama Jalaluddin. Dan banyak juga yang menyangka bahwa pengarangnya adalah dua ulama besar yang memiliki nama sama yakni Jalaluddin. Beragam dugaan tersebut, kemungkinan besar disebabkan meninggalkan membaca mukaddimah sebuah buku/kitab sudah menjadi budaya. Efeknya yang paling parah adalah: banyak yang sudah membaca sebuah buku bertahun tahun tetapi tidak mengetahui nama pengarang kitab tersebut.
Fakta yang benar adalah bahwa Tafsir Jalalain dikarang oleh dua ulama besar yang terikat hubungan guru dan murid dan nama keduanya bukanlah Jalaluddin. "Jalaluddin" yang memiliki arti: "meninggikan agama" adalah gelar yang diberikan kepada keduanya karena peran besar yang telah mereka lalukan untuk meninggikan agama Islam dalam bidang keilmuwan.
Jalaludin Al-Mahalli sebagai gurunya Imam Jalaludin Sayuti menulis Kitab Tafsir dimulai dari surat Al-Kahfi hingga surat An-Nas sesuai dengan urutan Mushaf Ustmani. Setelah itu Beliau berencana menuntaskan tafsir dimulai dari surat al-Fatihah hingga surat al-Isra. setelah selesai menulis tafsir surat al-Fatihah dan hendak melanjutkan tafsir surat al-Baqarah, Imam Jalaluddin al-Mahalli meninggal dunia dan belum sempat menuntaskan kitab tafsir.
Lalu tampillah murid beliau yaitu Imam Jalaluddin Sayuti menyempurnakan karangan sang guru dimulai dari surat al-Baqarah hingga sampai Surat al-Isra. setelah itu, Imam Sayuti juga menulis tafsir surat al-fatihah. Tujuannya adalah untuk menjelaskan dan memperlihatkan bahwa karangan beliau sesuai dengan karangan sang guru, baik secara uslub maupun metode penulisan seperti tidak bertele-tele, hanya mengutip pendapat terkuat dan bahasa yang mudah difahami.
Jalaluddin Al-Mahalli
Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Ahmad Muhammad bin Ibrahim Ahmad bin Hasyim Al-Mahalli. Beliau berasal dari negara Mesir dan bermadzhab dengan mazhab Imam Syafi'i. Dari segi keilmuwan, Imam Jalaluddin Al-Mahalli tidak hanya dikenal sebagai Mufassir saja, tetapi juga beliau dikenal rasikh sebagai seorang Faqih (ulama fikih), Mutakallim (ulama tauhid), Ushuly (ulama Ushul), Nahwi (ulama Nahwu) dan Matiqy (ulama Mantiq).
Dilahirkan di Kairo pada tahun 791 Hijriyah (1389 Masehi) dan meninggal pada tahun 864 (Hijriah1459), Imam Jalaluddin Mahalli meninggalkan banyak karya dalam berbagai bidang seperti fiqih, kalam, usul, nahwu, dan mantiq.
Jalaluddin Sayuti
nama lengkap beliau adalah Abdurrahman bin Kamaludin Abi bakar bin Muhammad bin Sabiq Ad-Din Bin Fakhrudin Usman bin Nashirudin Muhammad bin Saifudin Khadr al-Khudhairi. Dilahirkan di kota Asyuth, Mesir, Imam Jalaluddin as-Suyuthi lahir pada tahun 849 Hijriyah (1445 Masehi) dan meninggal pada tanggal 9 Jumadil Ula tahun 911 Hijriyah (1505 Masehi), beliau meninggalkan sangat banyak karya tulisan dalam berbagai bidang keilmuan. Diantara karangan beliau yang paling terkenal di Indonesia adalah al-Itqan (bidang Ilmu AlQuran), Al-Asybah wa Al-Nadhair (Bidang Ushul), al-Jami' al-Kabir (Bidang Hadis), I'rab AlQuran (Nahwu), dan lain sebagainya.
*Penulis adalah Alumnus Dayah Darussalam, Labuhan Haji (1996-2003)
Tafsir Jalalain merupakan salah satu tafsir yang paling terkenal di seluruh dunia. Hampir semua dayah di dunia menggunakan Tafsir Jalalain sebagai kitab wajib untuk dipelajari. Tafsir Jalalain merupakan kitab tafsir yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Bukan hanya dalam bahasa Arab saja, tapi terjemahannya pun dalam berbagai bahasa di dunia juga sangat banyak dicari.
Namun masih banyak yang menyangka bahwa Tafsir Jalalain adalah sebuah kitab tafsir yang dikarang oleh seorang ulama yang bernama Jalaluddin. Dan banyak juga yang menyangka bahwa pengarangnya adalah dua ulama besar yang memiliki nama sama yakni Jalaluddin. Beragam dugaan tersebut, kemungkinan besar disebabkan meninggalkan membaca mukaddimah sebuah buku/kitab sudah menjadi budaya. Efeknya yang paling parah adalah: banyak yang sudah membaca sebuah buku bertahun tahun tetapi tidak mengetahui nama pengarang kitab tersebut.
Fakta yang benar adalah bahwa Tafsir Jalalain dikarang oleh dua ulama besar yang terikat hubungan guru dan murid dan nama keduanya bukanlah Jalaluddin. "Jalaluddin" yang memiliki arti: "meninggikan agama" adalah gelar yang diberikan kepada keduanya karena peran besar yang telah mereka lalukan untuk meninggikan agama Islam dalam bidang keilmuwan.
Jalaludin Al-Mahalli sebagai gurunya Imam Jalaludin Sayuti menulis Kitab Tafsir dimulai dari surat Al-Kahfi hingga surat An-Nas sesuai dengan urutan Mushaf Ustmani. Setelah itu Beliau berencana menuntaskan tafsir dimulai dari surat al-Fatihah hingga surat al-Isra. setelah selesai menulis tafsir surat al-Fatihah dan hendak melanjutkan tafsir surat al-Baqarah, Imam Jalaluddin al-Mahalli meninggal dunia dan belum sempat menuntaskan kitab tafsir.
Lalu tampillah murid beliau yaitu Imam Jalaluddin Sayuti menyempurnakan karangan sang guru dimulai dari surat al-Baqarah hingga sampai Surat al-Isra. setelah itu, Imam Sayuti juga menulis tafsir surat al-fatihah. Tujuannya adalah untuk menjelaskan dan memperlihatkan bahwa karangan beliau sesuai dengan karangan sang guru, baik secara uslub maupun metode penulisan seperti tidak bertele-tele, hanya mengutip pendapat terkuat dan bahasa yang mudah difahami.
Jalaluddin Al-Mahalli
Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Ahmad Muhammad bin Ibrahim Ahmad bin Hasyim Al-Mahalli. Beliau berasal dari negara Mesir dan bermadzhab dengan mazhab Imam Syafi'i. Dari segi keilmuwan, Imam Jalaluddin Al-Mahalli tidak hanya dikenal sebagai Mufassir saja, tetapi juga beliau dikenal rasikh sebagai seorang Faqih (ulama fikih), Mutakallim (ulama tauhid), Ushuly (ulama Ushul), Nahwi (ulama Nahwu) dan Matiqy (ulama Mantiq).
Dilahirkan di Kairo pada tahun 791 Hijriyah (1389 Masehi) dan meninggal pada tahun 864 (Hijriah1459), Imam Jalaluddin Mahalli meninggalkan banyak karya dalam berbagai bidang seperti fiqih, kalam, usul, nahwu, dan mantiq.
Jalaluddin Sayuti
nama lengkap beliau adalah Abdurrahman bin Kamaludin Abi bakar bin Muhammad bin Sabiq Ad-Din Bin Fakhrudin Usman bin Nashirudin Muhammad bin Saifudin Khadr al-Khudhairi. Dilahirkan di kota Asyuth, Mesir, Imam Jalaluddin as-Suyuthi lahir pada tahun 849 Hijriyah (1445 Masehi) dan meninggal pada tanggal 9 Jumadil Ula tahun 911 Hijriyah (1505 Masehi), beliau meninggalkan sangat banyak karya tulisan dalam berbagai bidang keilmuan. Diantara karangan beliau yang paling terkenal di Indonesia adalah al-Itqan (bidang Ilmu AlQuran), Al-Asybah wa Al-Nadhair (Bidang Ushul), al-Jami' al-Kabir (Bidang Hadis), I'rab AlQuran (Nahwu), dan lain sebagainya.
*Penulis adalah Alumnus Dayah Darussalam, Labuhan Haji (1996-2003)

Kalo bisa muat juga profil lengkap alumni darsa yg telah atau sedang memimpin pesantren di Aceh bahkan yang di luar Aceh.
ReplyDeleteInsya Allah...sekarang masih dalam proses pengumpulan data semua alumni, terutama yang telah mendirikan dayah dan memiliki banyak santri. Terima Kasih atas sarannya.
ReplyDelete