Tgk Nurdin Buloh, ulama muda Alumni Darussalam yang berpemikiran moderat
![]() |
| Dari Kiri ke kanan: Tgk Nurdin Buloh, Suaidi Yahya (walikota), Tgk Usman Hamid, Tgk Junaidi Yahya, Abi Gani, Tgk Munir. |
Kini Tgk Din (begitu panggilan masyarakat kepada beliau) mendirikan sebuah dayah Baitussalam Al-Waliyyah di Gampong Saweuk, Kuta Makmur. Dari aspek Manhaj, Tgk Din dikenal memiliki Pemikiran yang sangat moderat. Perbedaan pandangan dan pendapat bukanlah sebuah masalah besar bagi beliau, Asalkan memiliki argumen dan referensi yang memadai. Mungkin Bagi orang yang belum mengenal metode berfikir Tgk Din akan merasa heran, kenapa kadang kala beliau seakan berpihak pada kelompok yang bertetangan secara pemikiran, bahkan dengan beliau sendiri. Padahal beliau ingin mengajari bahwa jangan terlalu mudah untuk menyalahkan atau menyesatkan orang lain, tanpa pengkajian terlebih dahulu.
Sepanjang perjalanan, admin www.Radad.org dan juga Ketua Humas Radad; Tgk Muhammad Saleh, merasakan kemoderatan pemikiran Tgk Din dan memperoleh berbagai ilmu dan wawasan dalam banyak hal. Salah satu tema yang masih terekam dalam memori admin adalah mengenai tentang poligami yang dilakukan oleh kebanyakan pejabat. (Red - Mungkin karena tema poligami adalah tema yang tidak akan pernah basi..hehe)
Menurut Teungku Din, tidak boleh ada kata-kata negatif apalagi menjurus kepada penghinaan terhadap pejabat negara yang melakukan praktik poligami. Alasannya adalah karena salah satu tujuan daripada pernikahan adalah agar lahir generasi penerus. Generasi yang berkualitas sangat tergantung bobot kualitas orang tuanya. Memang tidak semuanya anak ulama akan menjadi ulama, tetapi mayoritas anak ulama banyak yang menjadi ulama.
Umat Islam sekarang sangat membutuhkan generasi-generasi yang berbobot dalam berbagai bidang, termasuk sains dan lain sebagainya. Sekiranya muslim pakar sains atau medis melakukan praktik poligami, Insya Allah akan lahir generasi-generasi yang mungkin kualitasnya akan melebihi dari orang tuanya itu sendiri.
Oleh sebab itu kata-kata yang menjurus kepada negatif terhadap praktik pejabat poligami adalah sebuah kesalahan besar. Tentunya, poligami yang dilakukan haruslah sudah mencukupi semua syarat yang berlaku dalam agama dan negara. Belum mampu untuk melakukan praktik poligami jangan sampai menjadi sebuah alasan untuk menghina orang yang telah mampu mengamalkannya.
Insya Allah, kedepan akan kita liput lagi pemikiran-pemikiran moderat Tgk Nurdin pada agenda-agenda pengajian yang akan dilaksanakan oleh Rabithah Alumni Dayah Alwaliyyah Darussalam.

0 Response to "Tgk Nurdin Buloh, ulama muda Alumni Darussalam yang berpemikiran moderat"
Post a Comment