Tgk Nurdin Buloh, ulama muda Alumni Darussalam yang berpemikiran moderat

Dalam perjalanan ke desa meuraxa, Punteuet, dengan agenda takziah ke rumah salah seorang alumni Dayah Darussalam Labuhan Haji, -Alhamdulillah- admin www.radad.org merasa bersyukur karena berkesempatan bareng satu mobil dengan salah seorang alumni dayah yang dulunya adalah salah seorang guru besar di dayah Darussalam Al-Waliyyah. Beliau adalah Tgk Nurdin bin M Den, berasal dari Gampong Saweuk, Buloh Blang Ara.
Dari Kiri ke kanan: Tgk Nurdin Buloh, Suaidi Yahya (walikota), Tgk Usman Hamid, Tgk Junaidi Yahya, Abi Gani, Tgk Munir.
Pendidikan kedayahan yang beliau tempuh dimulai dari Dayah Darul Ulum, Tanoh Mirah dan berlanjut pesantren-pesantren besar yang ada di Sumatera Barat. Perjalanan menimba ilmu pengetahuan secara mondok, berakhir di dayah Darussalam Labuhan Haji. Beliau sempat menimba ilmu pengetahuan dari dua pimpinan Dayah Darussalam, yaitu: Abuya Prof. Dr. Muhibbuddin Waly dan Abuya H Ruslan Waly.

Kini Tgk Din (begitu panggilan masyarakat kepada beliau) mendirikan sebuah dayah Baitussalam Al-Waliyyah di Gampong Saweuk, Kuta Makmur. Dari aspek Manhaj, Tgk Din dikenal memiliki Pemikiran yang sangat moderat. Perbedaan pandangan dan pendapat bukanlah sebuah masalah besar bagi beliau, Asalkan memiliki argumen dan referensi yang memadai. Mungkin Bagi orang yang belum mengenal metode berfikir Tgk Din akan merasa heran, kenapa kadang kala beliau seakan berpihak pada kelompok yang bertetangan secara pemikiran, bahkan dengan beliau sendiri. Padahal beliau ingin mengajari bahwa jangan terlalu mudah untuk menyalahkan atau menyesatkan orang lain, tanpa pengkajian terlebih dahulu.

Sepanjang perjalanan, admin www.Radad.org dan juga Ketua Humas Radad; Tgk Muhammad Saleh, merasakan kemoderatan pemikiran Tgk Din dan memperoleh berbagai ilmu dan wawasan dalam banyak hal. Salah satu tema yang masih terekam dalam memori admin adalah mengenai tentang poligami yang dilakukan oleh kebanyakan pejabat. (Red - Mungkin karena tema poligami adalah tema yang tidak akan pernah basi..hehe)

Menurut Teungku Din, tidak boleh ada kata-kata negatif apalagi menjurus kepada penghinaan terhadap pejabat negara yang melakukan praktik poligami. Alasannya adalah karena salah satu tujuan daripada pernikahan adalah agar lahir generasi penerus. Generasi yang berkualitas sangat tergantung bobot kualitas orang tuanya. Memang tidak semuanya anak ulama akan menjadi ulama, tetapi mayoritas anak ulama banyak yang menjadi ulama.

Umat Islam sekarang sangat membutuhkan generasi-generasi yang berbobot dalam berbagai bidang, termasuk sains dan lain sebagainya. Sekiranya muslim pakar sains atau medis melakukan praktik poligami, Insya Allah akan lahir generasi-generasi yang mungkin kualitasnya akan melebihi dari orang tuanya itu sendiri.

Oleh sebab itu kata-kata yang menjurus kepada negatif terhadap praktik pejabat poligami adalah sebuah kesalahan besar. Tentunya, poligami yang dilakukan haruslah sudah mencukupi semua syarat yang berlaku dalam agama dan negara. Belum mampu untuk melakukan praktik poligami jangan sampai menjadi sebuah alasan untuk menghina orang yang telah mampu mengamalkannya.

Insya Allah, kedepan akan kita liput lagi pemikiran-pemikiran moderat Tgk Nurdin pada agenda-agenda pengajian yang akan dilaksanakan oleh Rabithah Alumni Dayah Alwaliyyah Darussalam.

0 Response to "Tgk Nurdin Buloh, ulama muda Alumni Darussalam yang berpemikiran moderat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel