Abu Mesir; Alumni Muda Dayah Darussalam yang berprestasi

Radad.org - Abu Mesir yang memiliki nama asli yaitu Teungku H Zainal Abidin, Lc bin Muhammad Husein adalah salah seorang alumni muda Dayah Darussalam Labuhan Haji yang berprestasi. Beliau berasal dari Arun, Aceh Utara dan kini sedang merintis dan membangun sebuah lembaga pendidikan di wilayah Aceh Barat, Meulaboh. Tepatnya di Gampoeng Manggie, Kecamatan Panton Reu.
Abu Mesir bersama Abu Manado (Guru besar Dayah Darussalam) di Masjid Baiturrahman. Banda Aceh
Abu Mesir menempuh pendidikan di Dayah Darussalam mulai dari tahun 1999 hingga tahun 2005. Saat itu, beliau belajar ilmu agama pada guru guru besar Dayah Darussalam yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Beliau juga sempat menimba ilmu kepada 2 ulama besar Aceh pimpinan Dayah Darussalam yaitu Abuya Profesor Muhibbudin Waly dan Abuya Haji Ruslan Waly.

Setelah mondok selama enam tahun di Dayah Darussalam, Teungku Zain (panggilan beliau saat itu) berangkat ke Malaysia pada tahun 2005 untuk melanjutkan cita-cita keilmuan pada ulama-ulama besar di berbagai negara. Setahun belajar di Ma'had Al-Ihsaniyah, Penang, Malaysia beliau berhasil meraih gelar D3. Gelar tersebut merupakan persyaratan utama agar dapat melanjutkan perjalanan pendidikan ke Al-Azhar, Cairo, Mesir untuk menimba ilmu pada Masyaikh Al-Azhar yang memiliki sanad keilmuan dalam berbagai bidang ilmu.

Tiga tahun menuntut ilmu di "Ardhul Anbiya" (negerinya para nabi), Teungku Zain berhasil menyelesaikan pendidikan S1 dan sah menerima gelar Lc. Setelah itu, beliau kembali ke kampung halaman dan mengabdi di beberapa dayah yang ada di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Tujuan beliau adalah untuk mencari pengalaman dan wawasan dalam membangun dan mentadbir sebuah lembaga pendidikan.

Berbekal pengalaman-pengalaman tersebut, Tgk Zain mendirikan sebuah dayah di Aceh Barat pada Tahun 2017. Dayah tersebut beliau beri nama dengan Ma'had Al-Islamiyah Al-Inabah. Penamaan Dayah tersebut merupakan saran langsung dari Abuya H Amran Waly (salah seorang ulama Aceh, ananda dari Abuya Muda Waly).

Alhamdulillah, hanya dalam waktu 1 tahun, Dayah Al-Inabah sudah memiliki 160 Santri. Karena keterbatasan tempat, santriwan yang dapat mondok hanya sebatas 60 santri dan santriwati sebanyak 20 santri. Selain fokus mendidik generasi ulama kedepan, Teungku Zain juga aktif dalam organisasi Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat, Meulaboh. Di sela-sela berbagai kesibukan, beliau juga membimbing manasik Haji dan Umrah dan bahkan beliau merupakan salah seorang pendamping jamaah umrah untuk wilayah Aceh Barat dari travel El-Jinan.

Sebenarnya "laqab" Abu Mesir baru sebulan yang lalu disematkan oleh masyarakat kepada beliau. Berawal dari pertemuan MUDAB (Majelis Ulama Dayah Aceh Barat) dan saat itu Abu Ismi (Abu Madinah) pimpinan Dayah Babul Maghfirah, Cot keueung, Aceh Besar memberikan tausiah. Dalam satu momen ceramah, Abu Madinah memanggil Teungku Zain dengan panggilan Abu Mesir. Hingga saat ini, masyarakat sekitaran Meulaboh, memanggil Teungku Zain dengan sebutan Abu Mesir. Akhirul Kalam, Semoga Abu Mesir diberikan keberkahan umur dan dapat mendidik generasi ulama masa depan. Aaminn.

0 Response to "Abu Mesir; Alumni Muda Dayah Darussalam yang berprestasi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel